Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
8/14/2013
Wisata Urang Banua Pulau Sambar Gelap
Written By Unknown on Rabu, 14 Agustus 2013 | 8/14/2013
Label:
Batulicin,
H Isam,
H Isam Batulicin,
Headlines,
Tanahbumbu,
Wisata
8/14/2013
Beragam Seni dan Budaya Jadikan Tanah Bumbu Sebagai Pelabuhan Budaya
Beragam kebudayaan serta kesenian berbaur pada budaya masyarakat pesisir Pantai Pagatan yang secara turun temurun dilakukan . Selain itu perayaan pesta adat Mappanretasi yang notabenya merupakan kebudayaan orang bugis di pesisir Pantai Pagatan, semakin ke depan pelaksanaannya semakin ramai tidak hanya suku bugis namun semua suku, adat, budaya dan kesenian menyatu dan berbaur bersama memperingati acara itu. Ini bukti kalau Pesta Adat Mappanretasi menjadi pelabuhan budaya masyarakat Bumi Bersujud yang terdiri dari berbagai suku.
Label:
Batulicin,
H Isam,
H Isam Batulicin,
Hiburan,
Tanahbumbu,
Wisata
7/28/2013
PANTING, Alat Musik Khas Kalimantan Selatan Tak Lekang Dibanting Zaman
Written By Unknown on Minggu, 28 Juli 2013 | 7/28/2013
Beragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati di indonesia, salah satunya adalah kesenian daerah musik Panting yang berasal dari Kalimantan Selatan. Dalam bahasa Banjar, kata “Panting” mengandung banyak arti salah satunya adalah Duri Ikan yang me-ngandung racun. Namun, yang kita bicarakan bu-kan mengenai duri ikan. Melainkan, tentang sebuah alat musik yang diberi nama alat musik Panting. Da-lam hal ini, “Panting” berarti petik, yaitu menyem-bunyikan senar dengan teknik sentilan.
Musik Panting adalah musik tradisional dari suku Banjar di Kalimantan Selatan. Dikatakan musik Pan-ting karena didominasi oleh alat musik yang dina-makan Panting, sejenis gambus yang memakai se-nar (panting) maka disebut musik Panting. Pada awalnya musik Panting berasal dari daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Panting merupakan alat musik yang dipetik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi ukurannya lebih kecil. Pada waktu dulu musik panting hanya dimainkan secara perorangan. Kare-na semakin majunya perkembangan zaman, maka musik Panting jadi lebih menarik jika dipadukan de-ngan beberapa alat musik lainnya, seperti babun, gong,dan biola.
Nama musik Panting berasal dari nama alat itu sendiri, karena pada musik Panting yang terkenal alat musiknya sehingga dinamai musik Panting. Orang yang pertama kali memberi nama sebagai musik Panting adalah A. Sarbaini dan samapai sekarang terkenal sebagai musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Sebagai kesenian tradisional, musik panting sering digunakan pada acara perkawinan dan beberapa acara lain seperti pertunjukan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat. Musik panting juga mempunyai fungsi lain yang menarik yaitu sebagai sarana pendidikan, karena syair-syair dalam musik panting banyak berisi tentang nasehat dan petuah. Satu hal lagi yang menarik dari musik panting yaitu lagu yang dinyanyikan tanpa menggunakan reff, mungkin karena syair-syairnya menggunakan pantun.
Pada umumnya orang memainkan musik Panting adalah masyarakat Banjar. Pemain musik panting biasanya menggunakan pakaian banjar, bagi laki-laki menggunakan peci dan yang perempuan menggunakan kerudung. Pemain musik panting memainkan alat musiknya dengan posisi duduk, pemain laki-laki duduk bersila dan pemain perempuan duduk bertelimpuh. Salah satu tokoh yang paling terkenal sebagai pemain Panting adalah A. Sarbani dan beberapa group – group musik Panting yang lain. Seiring perkembangan zaman beberapa kelompok musik Panting sudah jarang ditemui, kecuali pada acara besar seperti acara adat, keagamaan, parade seni dan beberapa acara lainnya.
Alat-alat musik Panting terdiri dari :
- Panting, alat musik yang berbentuk seperti gabus Arab tetapi lebih kecil dan memiliki senar. Panting dimainkan dengan cara dipetik.
- Babun, alat musik yang terbuat dari kayu berbentuk bulat, ditengahnya terdapat lubang, dan di sisi kanan dan kirinya dilapisi dengan kulit yang berasal dari kulit kambing. Babun dimainkan dengan cara dipukul.
- Gong, biasanya terbuat dari aluminium berbentuk bulat dan ditengahnya terdapat benjolan berbentuk bulat. Gong dimainkan dengan cara dipukul.
- Biola, sejenis alat gesek.
- Suling bambu, dimainkan dengan cara ditiup.
- Ketipak, bentuknya mirip tarbang tetapi ukurannya lebih kecil, dan kedua sisinya dilapisi dengan kulit.
- Tamburin, alat musik pukul yang terbuat dari logam tipis dan biasanya masyarakat Banjar menyebut tamburin dengan nama guguncai.
Mitos seputar Musik Panting Punya Daya Tarik Bila Diberi Azimat
Dentingan “Panting”, keprakan “Babun”, sayatan biola, tiupan suling, dan pukulan gong yang dimainkan bersamaan, menjadi sebuah harmoni-sasi musik yang sangat nikmat untuk didengar-kan. Irama melayunya tanpa sadar membuat ba-dan bergoyang. Menurut kepercayaan masyarakat pembuat Panting. Kesenian ini akan mempunyai daya tarik yang hebat apabila ia diberi azimat. Ka-rena itu, pada masa lalu, pembuat “Panting” selalu memasukkan sesuatu ke dalam perut “Panting” se-belum “Panting” diselesaikan.
Azimat-azimat tersebut antara lain tambang lirang, yaitu semacam guna-guna. Menurut keper-cayaan para pembuat “Panting”, Tambang Lirang dapat membuat penggemar dan penonton jadi tergila-gila terhadap musik “Panting”. Sehingga, mereka selalu ingin menontong pertunjukan musik “Panting”.
Tambang Lirang menumbuhkan keri-nduan penonton terhadap bunyi yang didengar-nya sangat merdu. Azimat lainnya adalah Bunga Kenanga. Dalam hal ini, bunga kenanga dimak-sudkan agar penonton menyukai musik “Panting” dan merasa rindu dendam manakala tidak men-dengar “Panting” di sentil orang. Selain itu, ada pu-la Sumbaga yang bertujuan agar penonton terpesona terhadap gelaran bunyi “Panting”, serta tuli-san tertentu yang bertujuan agar penonton ter-pukau mendengar bunyi “Panting”.
Dikalangan Pemantingan dikenal pula adanya da-tu-datu pemelihara “Panting”. Menurut kepercayaan, datu itu biasa memberikan bobot bunyi yang sangat merdu. Beberapa datu yang paling di-kenal adalah Datu Lampai, Datu Bangkala, Datu Kalambahai, Datu Kundarai, Datu Ujung, dan Datu Lampai Sari yang merupakan satu-satunya datu perempuan. Dimasa dulu, jika “Panting” mau di-mainkan di tengah banyak orang, terlebih dahulu di panggil datu-datu tersebut dengan cara mem-bakar kemenyan dan meletakkan “Panting” di atas asap kemenyan tersebut.
Dalam hal bentuk, “Panting” mempunyai perbe-daan-perbedaan. Karena adanya perbedaan ter-sebut, maka muncullah nama-nama “Panting”. Beberapa nama yang sempat diinventarisir adalah Lalai Gajah, Putri Kurung, Putri Manjanguk, Ma-yang Bungkus atau Mayang Marakai, Sari Dewi, dan Si Runtuh Palatar.
Di antara sekian jenis tersebut, yang paling ba-nyak digunakan adalah Lalai Gajah dan Putri Ku-rung. Sementara yang paling jarang adalah Ma-yang Marakai. Sebab, ada yang mengasumsikan bahwa apabila menggunakan “Panting” jenis ter-sebut, maka grup pemain bisa rakai atau terpecah belah. Tapi terlepas dari unsur magis tersebut, alu-nan atau harmonisasi musik “Panting” memang e-nak untuk didengarkan dan dinikmati.
Label:
Batulicin,
H Isam,
H Isam Batulicin,
Wisata
7/27/2013
Geliat Industri Kecil di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Written By Unknown on Sabtu, 27 Juli 2013 | 7/27/2013

Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah ruah dan sudah seharusnya dimanfaatkan. Usaha – usaha yang dilakukan dibidang industri dan perdagangan semakin hari kian menunjukkan peningkatan, khususnya pada industri kecil dan industri rumah tangga.
Ekspansi Industri Kecil Menengah Di Tanah Bumbu.


Kabupaten Tanah Bumbu dikenal memiliki hasil kekayaan alam beraneka ragam. Salah satunya hasil laut seperti ikan. Masyarakat Tanah Bumbu khususnya para nelayan memanfaatkan hasil laut ini dengan mengembangkan produk yang biasanya dijadikan buah tangan berupa amplang, kerupuk, terasi dan lainnya.
Seperti yang dilakukan Hemi Maharif pemilik usaha pengelolaan ikan tenggiri menjadi amplang produk unggulan Kalimantan Selatan, Semut Bakaraut. Bertempat di jalan poros Batulicin – Banjarmasin samping masjid Darul Mukminin. Usaha ini sudah gelutinya sekitar 12 tahun yang lalu dan kini usaha kecil menengah ini memproduksi sekitar 20% dari permintaan pasarnya sekitar 60 kg perhari dengan tenaga kerja kurang lebih 16 orang warga disekitar area usaha. Ayah 3 anak ini mengatakan, “Senang bisa bergelut di usaha ini dan mempekerjakan sebagian masyarakat disini terlebih lagi usaha ini adalah usaha turun menurun yang digeluti keluarganya sejak dulu”.
Seperti yang dilakukan Hemi Maharif pemilik usaha pengelolaan ikan tenggiri menjadi amplang produk unggulan Kalimantan Selatan, Semut Bakaraut. Bertempat di jalan poros Batulicin – Banjarmasin samping masjid Darul Mukminin. Usaha ini sudah gelutinya sekitar 12 tahun yang lalu dan kini usaha kecil menengah ini memproduksi sekitar 20% dari permintaan pasarnya sekitar 60 kg perhari dengan tenaga kerja kurang lebih 16 orang warga disekitar area usaha. Ayah 3 anak ini mengatakan, “Senang bisa bergelut di usaha ini dan mempekerjakan sebagian masyarakat disini terlebih lagi usaha ini adalah usaha turun menurun yang digeluti keluarganya sejak dulu”.
Amplang Semut Bakaraut ini terbuat dari ikan tenggiri, tepung tapioca, minyak sawit, bawang putih, telur , gula dan beberapa bahan lainnya. Makanan ini selain dinikmati saat bersantai dapat juga dijadikan lauk saat makan dikarenakan rasa ikan serta bawang putihnya membuat aromanya lebih enak dan lezat.
Industri Kerajinan Rakyat “Tenun Pertiwi” Alat Tenun Bukan Mesin.


Beberapa Kilo meter sebelum jembatan penghubung Desa Manurunge dengan Desa Mudalang terdapat sebuah koperasi kecil yang menghasilkan beberapa kerajinan kreatif seperti Kain tenun khas Bugis Pagatan dan beberapa jenis kerajinan lainnya. Usaha ini dilakukan sejak tahun 1974 oleh warga disekitar Desa Manurunge, kini koperasi rakyat ini ini menghasilkan beragam jenis motif tenun yang sering digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya dan khususnya Tanah Bumbu.
“Beberapa hasil kerajian Tenun Pertiwi ini digunakan dalam peragaan busana, seperti pada parade budaya bahkan salah satu hasil tenun kami disini sempat menjuarai peragaan busana yang dilaksanakan di Singapura”, kata Salmah ketua Koperasi Tenun Pertiwi ini. Ditambahkannya, “Mengurai benang dan membentuk beragam jenis motif sangat sulit tapi semua itu terbayar saat beberapa uraian benang itu kita satukan dan menjadi sebuah potongan kain yang dapat dijadikan sarung ataupun baju”.
Proses pembuatan alat tenun bukan mesin ini dimulai dari proses pengentangan benang, pembuatan desain atau motif yang akan dibentuk, kemudian proses mengikat benang, setelah itu pewarnaan benang kemudian di tenun.
Kreativitas dan kesabaran merupakan kunci dalam pelaksanaannya, kini koperasi ini dapat mempekerjakan masyarakat, sekitar 50 orang lebih masyarakat yang ikut dalam Koperasi tenun pertiwi ini”. Hal yang sama dikatakan Marina salah satu anggota koperasi dan penenun “Tiap tahunnya beberapa dari kami diikutkan pelatihan tenun diluar provinsi Kalimantan Selatan guna memberikan pengalaman dan ilmu baru yang dapat diimplementasikan dan dibagikan ke teman teman lainnya”.
Industri Rumahan “Pelangi Kue”


Berjalan – jalan berwisata di setiap daerah, apalagi para penikmat jajanan khas trdisonal. Kue yang satu ini bentuknya agak aneh dan pembuatannya sederhana “Kue putih” produksi salah satu Industri perumahan Kabupaten Tanah Bumbu di Pesisir Pantai Pagatan.
Pembuatan kue ini sangat mudah cukup dengan menyiapkan kue ketan, minyak sawit, gula dan soda. Bentuknya pun beragam ada yang menyerupai kacamata ada yang bulat, berbentuk pita dan ada juga yang menyerupai amplang.
Pembuatan kue ini sangat mudah cukup dengan menyiapkan kue ketan, minyak sawit, gula dan soda. Bentuknya pun beragam ada yang menyerupai kacamata ada yang bulat, berbentuk pita dan ada juga yang menyerupai amplang.
Seperti yang dikatakan Khaeruddin, “Usaha ini sudah digeluti sekitar 12 tahun sejak tahun 2000, usaha ini mempekerjakan kurang lebih sekitar 10 orang warga yang putus sekolah dan anak anak nelayan yang berada disekitar pantai Pagatan, ditambahkannya, “Dengan bergelut di bisnis ini kami mencoba membangkitkan kembali produk yang berciri khas suatu daerah yang mana hampir tenggelam seiring perkembangan zaman dan arus globalisasi”, Usaha kecil menengah ini setiap harinya memproduksi sekitar 300 bungkus yang disebar di seluruh wilayah Tanah Bumbu bahkan sampai ke Hulu Sungai dan Kotabaru dan beberapa pameran diluar provinsi Kal-sel. [BN]
Label:
Batulicin,
H Isam,
H Isam Batulicin,
Tanahbumbu,
Wisata
7/27/2013

Banyak orang mengenal objek wisata yang terkenal di Banjarmsin adalah Pasar Terapung, namun jika kita mau untuk sedikit menjelajahi ke kabupaten Tanah Bumbu, kita akan disuguhi berbagai macam objek wisata. Mungkin, tidak semua orang mengetahuinya, masih 'perawan' dari sorotan masyarakat umum. Bagi anda traveller, petualangan baru menunggu di selatan kalimantan.
1. Pantai Pagatan
Pantai ini berjarak 2,5 km dari pusat kota kecamatan Kusan Hilir, 37 km dari Kota Batulicin dan ± 300 km dari Kota Banjarmasin, sepanjang 1,5 km, dengan luas 1,5 Ha, yang membentang dari barat ke timur, sepanjang pantai terdapat pepohonan yang menambah suasana sejuk dan nyaman untuk suasana santai. Ini merupakan salah satu obyek wisata primadona masyarakat Tanbu, dengan hamparan pasir putih yang sangat luas dan panjang. Jika anda beruntung, anda bisa menyaksikan pesta adat tahunan masyarakat Tanah Bumbu; Pesta Laut Mappanretasi.
2. Pantai Angsana
Terumbu karang yang indah didasar pantai adalah keindahan favorite pantai ini. Masih belum banyak terjamah, keindahannya masih asri. Asli dari habitat yang berkembang disana. Pantai Angsana juga merupakan tempat favorites Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk meniliti kekayaan alamnya
3. Goa Liang Bangkai
Goa ini terletak di km 37 kecamatan Mantewe, dapat ditempuh ± 1,5 jam dari ibukota Kabupaten dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Goa ini memiliki beberapa keunikan yaitu bau bangkai yang menyengat yang justru memicu jiwa petualang kita untuk menapakinya. Beberapa mitos lahir dari Goa Liang bangkai, yang juga merupakan kandang banyak kelelawar. Bagi yang ingin merasakan wisata dengan sensasi mistis, Goa Angsana tempat yang tepat.
4. Danau Panas
Danau ini berada di Desa Sepunggur dan Desa Saradangan Kecamatan Kusan Hilir. Airnya yang panas dengan rasa asin seperti air laut, menarik minat traveller untuk menyinggahinya. Keunikannya ini juga menimbulkan berbagai mitos bagi masyarakat.
5. Wisata Kuliner “Soto Banjar”
Bagi pecinta kuliner, makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi tentunya. Keberadaannya melengkapi banyak jenis masakan daerah lainnya. Sebut saja misalnya Soto Madura, Coto Makassar, Soto Betawi, Soto Lamongan dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki keunikan dan cita rasa sendiri dalam mengelola, meramu makanan. Namun jenis kuliner ini juga banyak digemari oleh masyarakat di pelosok tanah air. Soal lidah memang tidak pernah bohong, begitulah ungkapan sederhana menggambarkan kelezatan Soto ini.
6. Air Terjun Batu Ba'andak
Terletak ± 20 km dari Batulicin dengan jarak tempuh ± 30 menit dengan akses jalan yang cukup baik. Ketinggian air terjun ini ± 4 meter. Dengan pemandangan alam yang indah serta hamparan bebatuan yang menambah daya tarik objek wisata tersebut.
7. Kubah Pagatan
Di pesisir Pantai Pagatan, tepatnya di Desa Kampung Baru, terdapat makam Mufti Syech H.M. Arsyad Bin As'ad yang merupakan ulama terkemuka di wilayah Kalimantan Tenggara, tepatnya Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap hari sangat ramai dikunjungi masyarakat, baik masyarakat lokal maupun masyarakat yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap pertengahan bulan Maret selalu diadakan acara haulan akbar untuk mengenang jasa ulama Mufti Syech H.M. Arsyad Bin As'ad. Kubah ini salah satu tempat wisata religius yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.
8. Pesona Keindahan Istana anak Yatim.
Pondok pesantren Darul Azhar yang terletak di Jalan Batu Benawa, sekitar 5-10 menit dari pusat Kota Batulicin, Istana anak yatim dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Madrasah Darul Azhar Bersujud Hingga saat ini menampung lebih dari 1000 anak yatim piatu, yang jumlahnya terus bertambah tiap tahunnya. Para anak yatim didalamnya memperoleh pendidikan gratis mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Arsitekturnya yang berbau Eropa memberikan citarasa tersendiri untuk kita abadikan.
9. Pantai Cemara Indah Pulau Salak
Sepanjang pesisir pantai ditumbuhi pohon Cemara yang tersusun rapi dan rindang. Tempat tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Berkemah? sangat menjanjikan kepuasannya disini.
10. Pondok Lesehan dan Kolam Memancing Cek Dam
Di tempat ini tersedia ragam pendopo, dan di bawah pendopo tersebut terdapat kolam ikan. Pancing sendiri ikan nya dan nikmati bersama keluarga. Konsep sederhana ini menjadi istimewa jika menilik lokasinya yang dikelilingi oleh pertambangan batubara.
HOW TO GET THERE?
Dari Jakarta dengan menggunakan pesawat menempuh waktu 1 jam mengudara. Tiba di Bandara Syamsudin Noor bisa langsung transit dan melanjutkan perjalanan ke Tanah Bumbu-Batulicin dengan menggunakan pesawat Cesna Grand Carravan 208 Jhonlin Air Transport, dengan harga tiket Rp. 500.000,- (Non KTP Batulicin) dan Rp. 280.000,- (Memiliki KTP Batulicin)
[BN]
The Hidden Beauty Of Borneo, Visit Kalimantan Selatan

Banyak orang mengenal objek wisata yang terkenal di Banjarmsin adalah Pasar Terapung, namun jika kita mau untuk sedikit menjelajahi ke kabupaten Tanah Bumbu, kita akan disuguhi berbagai macam objek wisata. Mungkin, tidak semua orang mengetahuinya, masih 'perawan' dari sorotan masyarakat umum. Bagi anda traveller, petualangan baru menunggu di selatan kalimantan.
1. Pantai Pagatan
Pantai ini berjarak 2,5 km dari pusat kota kecamatan Kusan Hilir, 37 km dari Kota Batulicin dan ± 300 km dari Kota Banjarmasin, sepanjang 1,5 km, dengan luas 1,5 Ha, yang membentang dari barat ke timur, sepanjang pantai terdapat pepohonan yang menambah suasana sejuk dan nyaman untuk suasana santai. Ini merupakan salah satu obyek wisata primadona masyarakat Tanbu, dengan hamparan pasir putih yang sangat luas dan panjang. Jika anda beruntung, anda bisa menyaksikan pesta adat tahunan masyarakat Tanah Bumbu; Pesta Laut Mappanretasi.
2. Pantai Angsana
Terumbu karang yang indah didasar pantai adalah keindahan favorite pantai ini. Masih belum banyak terjamah, keindahannya masih asri. Asli dari habitat yang berkembang disana. Pantai Angsana juga merupakan tempat favorites Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk meniliti kekayaan alamnya
3. Goa Liang Bangkai
Goa ini terletak di km 37 kecamatan Mantewe, dapat ditempuh ± 1,5 jam dari ibukota Kabupaten dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Goa ini memiliki beberapa keunikan yaitu bau bangkai yang menyengat yang justru memicu jiwa petualang kita untuk menapakinya. Beberapa mitos lahir dari Goa Liang bangkai, yang juga merupakan kandang banyak kelelawar. Bagi yang ingin merasakan wisata dengan sensasi mistis, Goa Angsana tempat yang tepat.
4. Danau Panas
Danau ini berada di Desa Sepunggur dan Desa Saradangan Kecamatan Kusan Hilir. Airnya yang panas dengan rasa asin seperti air laut, menarik minat traveller untuk menyinggahinya. Keunikannya ini juga menimbulkan berbagai mitos bagi masyarakat.
5. Wisata Kuliner “Soto Banjar”
Bagi pecinta kuliner, makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi tentunya. Keberadaannya melengkapi banyak jenis masakan daerah lainnya. Sebut saja misalnya Soto Madura, Coto Makassar, Soto Betawi, Soto Lamongan dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki keunikan dan cita rasa sendiri dalam mengelola, meramu makanan. Namun jenis kuliner ini juga banyak digemari oleh masyarakat di pelosok tanah air. Soal lidah memang tidak pernah bohong, begitulah ungkapan sederhana menggambarkan kelezatan Soto ini.
6. Air Terjun Batu Ba'andak
Terletak ± 20 km dari Batulicin dengan jarak tempuh ± 30 menit dengan akses jalan yang cukup baik. Ketinggian air terjun ini ± 4 meter. Dengan pemandangan alam yang indah serta hamparan bebatuan yang menambah daya tarik objek wisata tersebut.
7. Kubah Pagatan
Di pesisir Pantai Pagatan, tepatnya di Desa Kampung Baru, terdapat makam Mufti Syech H.M. Arsyad Bin As'ad yang merupakan ulama terkemuka di wilayah Kalimantan Tenggara, tepatnya Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap hari sangat ramai dikunjungi masyarakat, baik masyarakat lokal maupun masyarakat yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap pertengahan bulan Maret selalu diadakan acara haulan akbar untuk mengenang jasa ulama Mufti Syech H.M. Arsyad Bin As'ad. Kubah ini salah satu tempat wisata religius yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.
8. Pesona Keindahan Istana anak Yatim.
Pondok pesantren Darul Azhar yang terletak di Jalan Batu Benawa, sekitar 5-10 menit dari pusat Kota Batulicin, Istana anak yatim dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Madrasah Darul Azhar Bersujud Hingga saat ini menampung lebih dari 1000 anak yatim piatu, yang jumlahnya terus bertambah tiap tahunnya. Para anak yatim didalamnya memperoleh pendidikan gratis mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Arsitekturnya yang berbau Eropa memberikan citarasa tersendiri untuk kita abadikan.
9. Pantai Cemara Indah Pulau Salak
Sepanjang pesisir pantai ditumbuhi pohon Cemara yang tersusun rapi dan rindang. Tempat tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Berkemah? sangat menjanjikan kepuasannya disini.
10. Pondok Lesehan dan Kolam Memancing Cek Dam
Di tempat ini tersedia ragam pendopo, dan di bawah pendopo tersebut terdapat kolam ikan. Pancing sendiri ikan nya dan nikmati bersama keluarga. Konsep sederhana ini menjadi istimewa jika menilik lokasinya yang dikelilingi oleh pertambangan batubara.
HOW TO GET THERE?
Dari Jakarta dengan menggunakan pesawat menempuh waktu 1 jam mengudara. Tiba di Bandara Syamsudin Noor bisa langsung transit dan melanjutkan perjalanan ke Tanah Bumbu-Batulicin dengan menggunakan pesawat Cesna Grand Carravan 208 Jhonlin Air Transport, dengan harga tiket Rp. 500.000,- (Non KTP Batulicin) dan Rp. 280.000,- (Memiliki KTP Batulicin)
[BN]
Label:
H Isam,
H Isam Batulicin,
Wisata








